Sragen, 26 Januari 2018 pukul 08.05 wib
Pasiter Kodim 0725/Sragen Kapten Inf Mastha Hari Yudha mewakili Dandim Sragen
Letkol Arh Camas Sigit, MMDS memberikan materi Nilai Nilai Bhineka Tunggal Ika
kepada peserta pelatihan jaya melati-I Gerakan kepanduan Hizbul Wathan kwartir
daerah sragen. bertempat di Gedung dakwah Muhammadiyah Dk.Dulas Ds.Pantirejo
Kec. Sukodono dengan tema ” Mencetak pelatih yang kreatif, Inovatif
sebagai tonggak perjuangan amar makruf nahi mungkar”.
Pasiter Kodim 0725/Sragen Kapten Inf Mastha Hari Yudha mewakili Dandim Sragen
Letkol Arh Camas Sigit, MMDS memberikan materi Nilai Nilai Bhineka Tunggal Ika
kepada peserta pelatihan jaya melati-I Gerakan kepanduan Hizbul Wathan kwartir
daerah sragen. bertempat di Gedung dakwah Muhammadiyah Dk.Dulas Ds.Pantirejo
Kec. Sukodono dengan tema ” Mencetak pelatih yang kreatif, Inovatif
sebagai tonggak perjuangan amar makruf nahi mungkar”.
Adapun peserta pelatihan sejumlah 53
orang guru muhamadiyah se kabupaten Sragen. Pelaksanaan mengisi materi tersebut
atas permohonan dari panitia pelaksana pelatihan bernomor surat
015/kwardaHW/Srg-11/1/2018 tertanggal 18 Januari 2018 tentang permohonan
menyampaikan materi bela negara.
orang guru muhamadiyah se kabupaten Sragen. Pelaksanaan mengisi materi tersebut
atas permohonan dari panitia pelaksana pelatihan bernomor surat
015/kwardaHW/Srg-11/1/2018 tertanggal 18 Januari 2018 tentang permohonan
menyampaikan materi bela negara.
Dalam ceramahnya Pasiter menyampaikan
materi Nilai nilai Bhineka Tunggal Ika. Yang terdiri dari 3 komponen Dasar yang
pertama Toleransi, Masalah yang sering menjadi pemicu intolerant/konflik
diantaranya Agama SBG contoh di Ambon, Budaya juga termasuk pemicu konflik
sebagai contoh di Sampit. Toleransi bisa diimplementasikan dalam kegiatan
sehari-hari seperti dialog, pendidikan dan kekayaan seni budaya.
materi Nilai nilai Bhineka Tunggal Ika. Yang terdiri dari 3 komponen Dasar yang
pertama Toleransi, Masalah yang sering menjadi pemicu intolerant/konflik
diantaranya Agama SBG contoh di Ambon, Budaya juga termasuk pemicu konflik
sebagai contoh di Sampit. Toleransi bisa diimplementasikan dalam kegiatan
sehari-hari seperti dialog, pendidikan dan kekayaan seni budaya.
Kedua adalah Keadilan, arti dari
keadilan adalah jujur, ikhlas, dan tidak berat sebelah, tidak memihak serta
tidak sewenang-wenang. Keadilan merupakan suatu ukuran keabsahan dalam suatu
tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keadilan sangat
berkaitan erat dengan konteks ekonomi dan hukum, tidak cukup hanya sebatas
perasaan dan batin.
keadilan adalah jujur, ikhlas, dan tidak berat sebelah, tidak memihak serta
tidak sewenang-wenang. Keadilan merupakan suatu ukuran keabsahan dalam suatu
tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keadilan sangat
berkaitan erat dengan konteks ekonomi dan hukum, tidak cukup hanya sebatas
perasaan dan batin.
Sedangkan komponen ketiga yakni gotong
royong, Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa
bantuan orang lain. Nilai nilai gotong royong merupakan salah satu wujud
kebudayaan dalam bentuk Ketergantungan dan saling membutuhkan antar individu
dalam pemenuhan kebutuhannya.
royong, Manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa
bantuan orang lain. Nilai nilai gotong royong merupakan salah satu wujud
kebudayaan dalam bentuk Ketergantungan dan saling membutuhkan antar individu
dalam pemenuhan kebutuhannya.
Pasiter menyimpulkan bahwa Sesanti Bhineka
Tunggal Ika merupakan pernyataan jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang
menjunjung tinggi kesatuan. Pasiter berpesan kepada para peserta yang merupakan
guru untuk menanamkan 4 pilar kebangsaan kepada anak didiknya, dan agar para
guru mampu mengaktualisasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
demi utuhnya NKRI sepanjang jaman.
Tunggal Ika merupakan pernyataan jiwa dan semangat bangsa Indonesia yang
menjunjung tinggi kesatuan. Pasiter berpesan kepada para peserta yang merupakan
guru untuk menanamkan 4 pilar kebangsaan kepada anak didiknya, dan agar para
guru mampu mengaktualisasikan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
demi utuhnya NKRI sepanjang jaman.
Peserta sangat antusias dengan materi
yang disampaikan dengan ditandai ada beberapa peserta yang bertanya, salah
satunya adalah Suparni guru SMP Muhammadiyah 11 Kedawung yang menyampaikan
ucapan terimakasih kepada pemberi materi, karena mendapatkan pengetahuan bela
negara langsung dari TNI.
yang disampaikan dengan ditandai ada beberapa peserta yang bertanya, salah
satunya adalah Suparni guru SMP Muhammadiyah 11 Kedawung yang menyampaikan
ucapan terimakasih kepada pemberi materi, karena mendapatkan pengetahuan bela
negara langsung dari TNI.
Ucapan terimakasih juga datang dari ibu
Maharti Rahayuningtyas selaku Delegasi pelatihan dilapangan. Ibu Maharti
mengatakan “sengaja kami mengundang Nara sumber dari bapak TNI Kodim
0725/Sragen untuk menanamkan cinta NKRI kepada peserta Pelatihan, Supaya lebih
mantab maka kami panitia sepakat untuk mengundang Nara sumber dari TNI
langsung” paparnya.
Maharti Rahayuningtyas selaku Delegasi pelatihan dilapangan. Ibu Maharti
mengatakan “sengaja kami mengundang Nara sumber dari bapak TNI Kodim
0725/Sragen untuk menanamkan cinta NKRI kepada peserta Pelatihan, Supaya lebih
mantab maka kami panitia sepakat untuk mengundang Nara sumber dari TNI
langsung” paparnya.












