Sragen, 23 Mei 2017
Pada Hari Selasa
tanggal 23 Mei 2017 pukul 09.00 s/d 11.30 Wib bertempat di Ruang Sidoluhur Lt 5
Hotel Aston Jln Slamet Riyadi No 373 Kel Sondakan Laweyan Kota Surakarta telah
berlangsung Rapat Pembahasan Persiapan Fungsional Jalur Mudik Lebaran di jalan
Tol Solo-Ngawi 2017, sebagai ketua penyelenggara David Wijayanto ( PT Solo –
Ngawi Jaya ) yang dihadiri LK 50 orang.
tanggal 23 Mei 2017 pukul 09.00 s/d 11.30 Wib bertempat di Ruang Sidoluhur Lt 5
Hotel Aston Jln Slamet Riyadi No 373 Kel Sondakan Laweyan Kota Surakarta telah
berlangsung Rapat Pembahasan Persiapan Fungsional Jalur Mudik Lebaran di jalan
Tol Solo-Ngawi 2017, sebagai ketua penyelenggara David Wijayanto ( PT Solo –
Ngawi Jaya ) yang dihadiri LK 50 orang.
Hadir dalam acara
tersebut David Wijayanto ( PT Solo –
Ngawi Jaya ), Letkol Inf M Trihandono (
Dandim 0805 Ngawi ), AKBP Eva G Panda (
Dirlantas Polda Jatim ), Kompol Soni
Suharno ( Polres Karanganyar), Kompol
Imam Safi’i SH. MSi ( Kasatlantas Polresta Surakarta), Kompol Suhono ( Polres Ngawi ), AKP Marlin ( Polres Boyolali), AKP Agus Andi ( Kasatlantas Polres boyolali ),
AKP Erna ( Kasatlantas Polres Sragen ), Sri Baskoro ( Kabid Lalin Dishubkomfo Ska), Sukirno
( Kepala Dishubkoinfo Sragen), Yudha Permana ( Dishublominfo Sragen), Bambang
Widodo ( Dishubkominfo Ngawi ), Yayan Suryana ( SNJ ), Budi M ( Cipto Steal ), Slamet
Adi ( WK ), Supriyono ( PT Soker ).
tersebut David Wijayanto ( PT Solo –
Ngawi Jaya ), Letkol Inf M Trihandono (
Dandim 0805 Ngawi ), AKBP Eva G Panda (
Dirlantas Polda Jatim ), Kompol Soni
Suharno ( Polres Karanganyar), Kompol
Imam Safi’i SH. MSi ( Kasatlantas Polresta Surakarta), Kompol Suhono ( Polres Ngawi ), AKP Marlin ( Polres Boyolali), AKP Agus Andi ( Kasatlantas Polres boyolali ),
AKP Erna ( Kasatlantas Polres Sragen ), Sri Baskoro ( Kabid Lalin Dishubkomfo Ska), Sukirno
( Kepala Dishubkoinfo Sragen), Yudha Permana ( Dishublominfo Sragen), Bambang
Widodo ( Dishubkominfo Ngawi ), Yayan Suryana ( SNJ ), Budi M ( Cipto Steal ), Slamet
Adi ( WK ), Supriyono ( PT Soker ).
Inti yang disampaikan
oleh David Wijayanto ( PT Solo – Ngawi
Jaya ) : Bahwa maksud dan tujuan
difungsionalkan jalan tol adalah untuk mengurai kemacetan saat arus mudik dan
balik dimana kondisi jalan tol Solo Ngawi 95% beton dan 5 % diperkeras dan
didukung mobil Patroli, mobil Derek, Ambulance, Posko Informasi dan Rest Area
dan Toilet. Bahwa jalur tol Solo Ngawi
akan di fungsionalkan mulai Jam 06.00 sd 17.00 dalam Arus Mudik Lebaran 2017
tanggal 19 sd 25 Juni 2017 dan Arus balik tanggal 26 Juni sd 2 Juli 2017 dan
jalur tol hanya dilewati kendaraan kecil jenis sedan,minibus dan pickup. Rute
sepanjang 64 Km dari Ngasem – Ngawi melewati Kartasura
-Pungkruk-Widodaren-Ngawi dengan di buatkan Posko di Ngasem Kartasura, Masaran,
Widodaren dan Ngawi.
oleh David Wijayanto ( PT Solo – Ngawi
Jaya ) : Bahwa maksud dan tujuan
difungsionalkan jalan tol adalah untuk mengurai kemacetan saat arus mudik dan
balik dimana kondisi jalan tol Solo Ngawi 95% beton dan 5 % diperkeras dan
didukung mobil Patroli, mobil Derek, Ambulance, Posko Informasi dan Rest Area
dan Toilet. Bahwa jalur tol Solo Ngawi
akan di fungsionalkan mulai Jam 06.00 sd 17.00 dalam Arus Mudik Lebaran 2017
tanggal 19 sd 25 Juni 2017 dan Arus balik tanggal 26 Juni sd 2 Juli 2017 dan
jalur tol hanya dilewati kendaraan kecil jenis sedan,minibus dan pickup. Rute
sepanjang 64 Km dari Ngasem – Ngawi melewati Kartasura
-Pungkruk-Widodaren-Ngawi dengan di buatkan Posko di Ngasem Kartasura, Masaran,
Widodaren dan Ngawi.
Adapun jarak
Fungsional Trase tol adalah Kartasura- Pungkruk 35 km, Pungkruk –
Widodaren 29 Km, dengan perincian ke tol : Entrance Kartasura dari Salatiga dan
Jogya, xit Pungkruk ke Sragen dan Purwodadi, Exit Widodaren ke Magetan dan Ngawi,
Exit Ngawi dari Magetan dan Cepu. AKBP
Eva G Panda ( Dirlantas Polda Jatim ). Pihak pengembang tidak ada salahnya mencari
pemenggalan jalan2 sehingga tidak akan terjadi penumpukan kendaraan dengan
harapan hal2 yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi spt di exit Brebes
tahun 2016. Persiapan masih ada maka perlunya kajian dan surve kelapangan
sehingga apabila ada kendala dapat segera di carikan jalan keluar.
Fungsional Trase tol adalah Kartasura- Pungkruk 35 km, Pungkruk –
Widodaren 29 Km, dengan perincian ke tol : Entrance Kartasura dari Salatiga dan
Jogya, xit Pungkruk ke Sragen dan Purwodadi, Exit Widodaren ke Magetan dan Ngawi,
Exit Ngawi dari Magetan dan Cepu. AKBP
Eva G Panda ( Dirlantas Polda Jatim ). Pihak pengembang tidak ada salahnya mencari
pemenggalan jalan2 sehingga tidak akan terjadi penumpukan kendaraan dengan
harapan hal2 yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi spt di exit Brebes
tahun 2016. Persiapan masih ada maka perlunya kajian dan surve kelapangan
sehingga apabila ada kendala dapat segera di carikan jalan keluar.
Letkol Inf M
Trihandono ( Dandim 0805 Ngawi ) : Perlunya Surve kelapangan bersama2 sehingga
pihak SNJ ( Solo Ngawi Jaya)harus segera menyiapkan perlengkapan yang di
butuhkan guna kelancaran arus mudik dan balik 2017. Petugas-petugas yang diperlintasan harus
dijelaskan kinerjanya sehingga akan membuat kelancaran arus bagi pemudik.
Trihandono ( Dandim 0805 Ngawi ) : Perlunya Surve kelapangan bersama2 sehingga
pihak SNJ ( Solo Ngawi Jaya)harus segera menyiapkan perlengkapan yang di
butuhkan guna kelancaran arus mudik dan balik 2017. Petugas-petugas yang diperlintasan harus
dijelaskan kinerjanya sehingga akan membuat kelancaran arus bagi pemudik.
Kompol Suhono (
Wakapolres Ngawi) : Perlunya surve
bersama-sama dengan pihak terkait di lapangan sehingga adanya hambatan2
dilapangan dapat segera dicarikan jalan keluarnya dengan berbagai pihak
terkait. Dilapangan kami sudah mensurve di tahun 2016 bahwa ran yang
melintas 2000 sd 2500/ hari dan di pertigaan Widodaren terjadi Cross dengan
jalan Nasional dan pengalaman tahun lalu terdapat antrian yang panjang sehingga
memakan waktu 3 jam padahal jaraknya hanya 20 km ini perlu dicarikan solusi
sehingga dalam arus mudik tahun ini berkaitan dengan fakta di lapangan kami
polres ngawi belum siap tol Ngawi dilalui arus mudik.
Wakapolres Ngawi) : Perlunya surve
bersama-sama dengan pihak terkait di lapangan sehingga adanya hambatan2
dilapangan dapat segera dicarikan jalan keluarnya dengan berbagai pihak
terkait. Dilapangan kami sudah mensurve di tahun 2016 bahwa ran yang
melintas 2000 sd 2500/ hari dan di pertigaan Widodaren terjadi Cross dengan
jalan Nasional dan pengalaman tahun lalu terdapat antrian yang panjang sehingga
memakan waktu 3 jam padahal jaraknya hanya 20 km ini perlu dicarikan solusi
sehingga dalam arus mudik tahun ini berkaitan dengan fakta di lapangan kami
polres ngawi belum siap tol Ngawi dilalui arus mudik.
Baskoro ( Kabid
Lalulintas dishubkoinfo Ska) : Pengalaman tahun lalu Trafing Light masih kurang
dan terlalu dekat dengan jalan tol sehingga banyak pemudik yang merasa bingung
dengan Arus jalan tol. Perlunya sosialisasi dengan masyarakat pengguuna jalan
tol sehingga tidak membuat bingung pemudik sehingga kita jangan menjadikan
makian para pemudik yang salah jalan yang merasa perjalannya mudik tergganggu
ini harus segera minimal H-7 harus terealisasi.
Lalulintas dishubkoinfo Ska) : Pengalaman tahun lalu Trafing Light masih kurang
dan terlalu dekat dengan jalan tol sehingga banyak pemudik yang merasa bingung
dengan Arus jalan tol. Perlunya sosialisasi dengan masyarakat pengguuna jalan
tol sehingga tidak membuat bingung pemudik sehingga kita jangan menjadikan
makian para pemudik yang salah jalan yang merasa perjalannya mudik tergganggu
ini harus segera minimal H-7 harus terealisasi.
Kompol Imam Safi’i
SH. MSi ( Kasatlantas Polresta Surakarta) : Bahwa Pintu masuk tol Ngasem
disiapkan jalur Buka tutup namun harus ada Traffing light karena kalau petugas
ditempatkan disana bisa mati karena padatnya dan tidak ada waktu istirahatnya.
Bahwa perlu adanya penerangan jalan yang cukup karena pukul 17.00 sdh mendekati
gelap sehingga pemudik merasa nyaman dan perlunya survai berkali2 untuk
memastikan jalan tol betul2 siap difungsikan.
SH. MSi ( Kasatlantas Polresta Surakarta) : Bahwa Pintu masuk tol Ngasem
disiapkan jalur Buka tutup namun harus ada Traffing light karena kalau petugas
ditempatkan disana bisa mati karena padatnya dan tidak ada waktu istirahatnya.
Bahwa perlu adanya penerangan jalan yang cukup karena pukul 17.00 sdh mendekati
gelap sehingga pemudik merasa nyaman dan perlunya survai berkali2 untuk
memastikan jalan tol betul2 siap difungsikan.













