Berita  

PENGAJIAN AHAD LEGI DK NGUNDAAN

PENGAJIAN AHAD LEGI DK NGUNDAAN

  
Minggu,  23 September 2018 pkl 07.30s/d 09.30 wib
Sertu Sahid Babinsa  Glonggong mewakili
Danramil 06/Gondang menghadiri undangan pengajian ahad legi di mushola
Ad-Darrus dk ngundaan rt 02 ds glonggong kec gondang kab sragen, yang dihadiri
Muspika Kec Gondang,  Kades Ds Glonggong
beserta perangkatnya, Takmir Masjid se Ds Glonggong, Toga, Tomas dan masyarakat
ds glonggong dan sekitarnya lk 400 orang.

Ustad KH M safii ( pengasuh
ponpes sunan kali jogo) menyampaikan bahwa seseorang yang ikhlas ibarat orang
yang sedang membersihkan beras dari kerikil-kerikil dan batu-batu kecil di
sekitar beras. Maka, beras yang dimasak menjadi nikmat dimakan. Tetapi jika
beras itu masih kotor, ketika nasi dikunyah akan tergigit kerikil dan batu
kecil. Demikianlah keikhlasan, menyebabkan beramal menjadi nikmat, tidak
membuat lelah, dan segala pengorbanan tidak terasa berat. Sebaliknya, amal yang
dilakukan dengan riya’ akan menyebabkan amal tidak nikmat. Pelakunya akan mudah
menyerah dan selalu kecewa.Tetapi banyak dari kita yang beribadah tidak
berlandaskan rasa ikhlas kepada Allah SWT, melainkan dengan sikap riya’ atau
sombong supaya mendapat pujian dari orang lain. Hal inilah yang dapat
menyebabkan ibadah kita tidak diterima oleh Allah SWT.

Ikhlas bermakna bersih dari
kotoran dan menjadikan sesuatu bersih dari kotoran. Sedangkan secara istilah,
Ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa
menyekutukan-Nya dengan yang lain.  Oleh
karena itu, bagi seorang muslim sejati makna ikhlas adalah ketika ia mengarahkan
seluruh perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya untuk Allah, mengharap
ridha-Nya, dan kebaikan pahala-Nya tanpa melihat pada kekayaan dunia, tampilan,
kedudukan, kemajuan atau kemunduran. Dengan demikian Si Muslim tersebut menjadi
tentara fikrah dan akidah, bukan tentara dunia dan kepentingan. Katakanlah:
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah,
Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang
diperintahkan kepadaku.” Dan yang berkarakter seperti itulah yang mempunyai
semboyan “Allahu Ghayaatunaa”, yang artinya Allah adalah tujuan kami, dalam
segala aktivitas dalam mengisi kehidupan.

PENGAJIAN AHAD LEGI DK NGUNDAAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *