Selasa, 16 Januari 2018
bertempat di Lapangan Apel belakang Makodim sebanyak 300 personil Babinsa Kodim
0725/Sragen menerima pembekalan pengetahuan pemupukan dan budidaya pertanian
dari PT Petrokimia Gresik ( PG ). Hadir dalam kegiatan Komandan Kodim
0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS, Pasi Wanwil Ster Rem Mayor
Inf Kusminin, Dirsar ( Direktur Pemasaran ) PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo
beserta rombongan, seluruh Perwira dan Babinsa Kodim 0725/Sragen.
bertempat di Lapangan Apel belakang Makodim sebanyak 300 personil Babinsa Kodim
0725/Sragen menerima pembekalan pengetahuan pemupukan dan budidaya pertanian
dari PT Petrokimia Gresik ( PG ). Hadir dalam kegiatan Komandan Kodim
0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS, Pasi Wanwil Ster Rem Mayor
Inf Kusminin, Dirsar ( Direktur Pemasaran ) PT Petrokimia Gresik Meinu Sadariyo
beserta rombongan, seluruh Perwira dan Babinsa Kodim 0725/Sragen.
Kegiatan tersebut
dilaksanakan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, TNHAD
turut berperan melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan budidaya pertanian.
Peran tersebut dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tersebar di desa-desa
seluruh Indonesia sebagai anak usaha BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), yang
mendapat mandat untuk mendukung program ketahanan pangan, PT Petrokimia Gresik
(PG) berupaya untuk turut berpartisipasi dalam program tersebut. Melalui
kegiatan pembekalan dan sosialisasi budidaya pertanian kepada Babinsa,
diharapkan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan bisa lebih
optimal, khsusunya bidang pemupukan.
dilaksanakan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, TNHAD
turut berperan melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan budidaya pertanian.
Peran tersebut dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tersebar di desa-desa
seluruh Indonesia sebagai anak usaha BUMN PT Pupuk Indonesia (Persero), yang
mendapat mandat untuk mendukung program ketahanan pangan, PT Petrokimia Gresik
(PG) berupaya untuk turut berpartisipasi dalam program tersebut. Melalui
kegiatan pembekalan dan sosialisasi budidaya pertanian kepada Babinsa,
diharapkan kegiatan penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan bisa lebih
optimal, khsusunya bidang pemupukan.
Dalam sambutannya Dandim
0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS mengucapkan selamat datang kepada Tim dari PT Petrokimia Gresik ( PG ). Ucapan
terimakasih telah memberikan ilmu/ transfer ilmu kepada anggota kami, kami
berharap kepada Babinsa agar menyimak dan mempraktekkan ilmu yang di dapat
untuk ditularkan kepada petani. Lokasi di Sragen mempunyai kontur tanah yang
berbeda di masing – masing wilayah untuk itu Babinsa harus punya pengetahuan
tentang kontur tanah dan dapat menilai pupuk yang cocok diberikan. Babinsa dan
Danramil sudah tidak muda lagi mudah – mudahan selama bertugas di Kodim Sragen
sampai dengan pensiun dan mempunyai bekal ilmu pertanian dan pemupukan bisa
untuk bekal di masa setelah pensiun.
0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS mengucapkan selamat datang kepada Tim dari PT Petrokimia Gresik ( PG ). Ucapan
terimakasih telah memberikan ilmu/ transfer ilmu kepada anggota kami, kami
berharap kepada Babinsa agar menyimak dan mempraktekkan ilmu yang di dapat
untuk ditularkan kepada petani. Lokasi di Sragen mempunyai kontur tanah yang
berbeda di masing – masing wilayah untuk itu Babinsa harus punya pengetahuan
tentang kontur tanah dan dapat menilai pupuk yang cocok diberikan. Babinsa dan
Danramil sudah tidak muda lagi mudah – mudahan selama bertugas di Kodim Sragen
sampai dengan pensiun dan mempunyai bekal ilmu pertanian dan pemupukan bisa
untuk bekal di masa setelah pensiun.
Kami ingin menjadi bagian
dari kerjasama dalam mendukung ketahanan pangan nasional kegiatan sharing
knowledge antara PG dengan rekan-rekan Babinsa. PG dapat informasi tentang pupuk, pemupukan, dan
budidaya. Sementara itu. Babinsa dapat memperkaya informasi informasi tersebut
dari pengalaman-pengalaman di lapangan ujar Direktur Pemasaran (Dirsa) PG,
Meinu Sadariyo.
dari kerjasama dalam mendukung ketahanan pangan nasional kegiatan sharing
knowledge antara PG dengan rekan-rekan Babinsa. PG dapat informasi tentang pupuk, pemupukan, dan
budidaya. Sementara itu. Babinsa dapat memperkaya informasi informasi tersebut
dari pengalaman-pengalaman di lapangan ujar Direktur Pemasaran (Dirsa) PG,
Meinu Sadariyo.
Dalam kegiatan tersebut,
lanjut Meinu, PG menyampaikan 3 (tga) materi, yaitu materi pemupukan berimbang
dan budidaya khususnya tanaman padi, materi pengetahuan tentang produk-produk
pupuk, serta materi tentang pupuk bersubsidi dan mekanisme penyalurannya. Pemupukan
berimbang pada tanaman padi penting, karena merupakan komoditas pangan utama di
Indonesia. Pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan, akan mempermudah Babinsa
dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kepada petani. Sementara pemahaman terhadap pupuk bersubsidi
dan mekanisme akan mengoptimalkan peran Babinsa dalam ketepatan kepada petani.
Pentingnnya pemahaman tentang pupuk dan mekanisme pupuk bersubsidi, juga
berkaitan dengan maraknya peredaran pupuk pupuk yang mirip dengan produk PG,
namun kualitasnya jauh di bawah kualitas PG. Karena kurang berkualitas,
produk-produk tersebut apabila diaplikasikan oleh petani tidak akan memberikan
dampak sebaik produk PG, “ tutup Dirsar (
Direktur Pemasaran ) PG, Meinu Sadariyo.
lanjut Meinu, PG menyampaikan 3 (tga) materi, yaitu materi pemupukan berimbang
dan budidaya khususnya tanaman padi, materi pengetahuan tentang produk-produk
pupuk, serta materi tentang pupuk bersubsidi dan mekanisme penyalurannya. Pemupukan
berimbang pada tanaman padi penting, karena merupakan komoditas pangan utama di
Indonesia. Pengetahuan tentang pupuk dan pemupukan, akan mempermudah Babinsa
dalam memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai kepada petani. Sementara pemahaman terhadap pupuk bersubsidi
dan mekanisme akan mengoptimalkan peran Babinsa dalam ketepatan kepada petani.
Pentingnnya pemahaman tentang pupuk dan mekanisme pupuk bersubsidi, juga
berkaitan dengan maraknya peredaran pupuk pupuk yang mirip dengan produk PG,
namun kualitasnya jauh di bawah kualitas PG. Karena kurang berkualitas,
produk-produk tersebut apabila diaplikasikan oleh petani tidak akan memberikan
dampak sebaik produk PG, “ tutup Dirsar (
Direktur Pemasaran ) PG, Meinu Sadariyo.













