Sumberlawang, 17 Oktober 2017
Senin, 16 Oktober 2017 di mulai pukul
20.00 s/d 23.35 Wib di Dk. Plosokerep Desa Mojopuro Kapten Cba Suwanto
(Pgs. Danramil 17/Sumberlawang menghadiri pengajian peringatan 1 Muharam
1439 H serta Pelantikan pengurus NU Ranting Mojopuro periode Tahun 2017 s/d
2020 yang di hadiri kurang lebih 500 orang jamaah.
20.00 s/d 23.35 Wib di Dk. Plosokerep Desa Mojopuro Kapten Cba Suwanto
(Pgs. Danramil 17/Sumberlawang menghadiri pengajian peringatan 1 Muharam
1439 H serta Pelantikan pengurus NU Ranting Mojopuro periode Tahun 2017 s/d
2020 yang di hadiri kurang lebih 500 orang jamaah.
Hadir dalam Kegiatan Drs. Susilohono (Camat Sumberlawang), Kapten Cba Suwanto (Pgs. Danramil
17/Sumberlawang), Al Habib Muhamad Novel
Alaydrus, Al Habib Muhamad Syarif
Muchalea, Aparat Desa Mojopuro, Tokoh agama Desa Mojopuro dan sekitanya, Tokoh masyarakat Desa Mojopuro dan Jamaah
pengajian lainnya.
17/Sumberlawang), Al Habib Muhamad Novel
Alaydrus, Al Habib Muhamad Syarif
Muchalea, Aparat Desa Mojopuro, Tokoh agama Desa Mojopuro dan sekitanya, Tokoh masyarakat Desa Mojopuro dan Jamaah
pengajian lainnya.
Dalam Tausiyah dari Al Habib Muhamad
Novel Alaydrus mengatakan kita terlalu di sibukkan oleh pekerjaan,
sehingga kita melupakan diri sendiri dalam mencari bekal untuk di hari
Akhir. Janganlah terllu mengurusi berbagai golongan, yang harus
kita perjuangkan adalah berbuat baik dan beribadah. Kita jangan malu
sebagai warga NU, namun tidak perlu kita memamerkan bahwa kita orang NU. saat
kita memimpin baru kita tunjukkan jati diri kita seorang NU. Kita tidak
perlu terjun ke politik, sesuai hati nurani kita saja tidak usah memihak
salah satu calon dalam Pilkada. Marilah kita kembali kepada busana Islam
asli Indonesia yang nuansa Islam, tidak perlu meniru busana negara
lain.
Novel Alaydrus mengatakan kita terlalu di sibukkan oleh pekerjaan,
sehingga kita melupakan diri sendiri dalam mencari bekal untuk di hari
Akhir. Janganlah terllu mengurusi berbagai golongan, yang harus
kita perjuangkan adalah berbuat baik dan beribadah. Kita jangan malu
sebagai warga NU, namun tidak perlu kita memamerkan bahwa kita orang NU. saat
kita memimpin baru kita tunjukkan jati diri kita seorang NU. Kita tidak
perlu terjun ke politik, sesuai hati nurani kita saja tidak usah memihak
salah satu calon dalam Pilkada. Marilah kita kembali kepada busana Islam
asli Indonesia yang nuansa Islam, tidak perlu meniru busana negara
lain.













