Selasa (12/05/2026) pagi, Serka Tri Mawardi Babinsa Desa Blangu Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen, berdiri di pinggir jalan Dk. Wahyu RT. 04 Ds. Blangu Kec. Gesi.
Sebagian badan jalan sudah retak sepanjang 12 meter. “Kalau tidak cepat ditangani, habis panen raya ini truk gabah tidak bisa lewat. Jalan satu-satunya ke kota. Ekonomi warga bisa mati,” tegas Serka Tri.
Itulah alasan pembangunan talud sepanjang 25 meter dengan tinggi 2,5 meter kini jadi prioritas utama Babinsa. Talud berfungsi sebagai penahan tanah agar bahu jalan tidak longsor saat musim hujan. Tanpa talud, jalan desa yang baru dicor tahun lalu terancam putus total. Dampaknya bukan main. Jalan ini jalur vital 350 KK untuk angkut hasil pertanian, antar anak sekolah, dan akses ambulans.
“Jalan mulus percuma kalau pondasinya rapuh. Talud ini investasi. Lebih baik bangun penahan sekarang daripada perbaiki jalan berkali-kali,” ujarnya.
Selasa ini, kerja bakti dimulai. 32 warga, perangkat desa, dan Serka Tri bahu-membahu angkat batu, aduk semen, dan pasang bronjong kawat. Babinsa tidak hanya mengawasi. Ia ikut nyemplung mengarahkan teknis pemasangan agar sesuai standar PU.
Perangkat Desa Blangu, Ibu Sri Lestari, menyebut peran Babinsa krusial. “Usulan talud sudah 2 tahun mentok. Begitu Pak Tri kawal, data kerusakan lengkap, foto-foto, analisis dampak, akhirnya Musdes sepakat.
“Transportasi lancar artinya distribusi pangan lancar, ekonomi jalan, anak sekolah selamat. Talud kelihatan sepele, tapi ini urat nadi desa. Babinsa wajib kawal sampai tuntas,” tegasnya.












