Selasa (12/05/2026), lapangan SMK Sakti dipenuhi 643 siswa. Berseragam taruna, topi pet, dan sepatu PDL, mereka berdiri tegap mengikuti Upacara Pelantikan Ketarunaan Tahun Ajaran 2026/2027.
Prosesi di mulai dengan pengucapan Janji Taruna dan penyiraman air bunga sebagai simbol lahirnya generasi baru yang tangguh.“Ketarunaan bukan sekedar seragam. Ini ikrar. Ikrar untuk disiplin waktu, disiplin sikap, dan disiplin belajar. Karakter itu tidak lahir dari catatan, tapi dari pembiasaan,” tegas Serka Sutardi.
Program Ketarunaan SMK Sakti Gemolong sudah berjalan bertahun – tahun dan jadi unggulan sekolah. Siswa digembleng fisik, mental, dan wawasan kebangsaan oleh Babinsa Koramil Gemolong. Materinya mulai dari PBB, tata upacara, bela negara, sampai bahaya narkoba dan judi online.
Guru SMK Sakti Gemolong, Drs. Sutrisno, M.Pd, menyebut kehadiran Babinsa sangat vital. “Anak-anak SMK disiapkan kerja. Dunia industri butuh SDM yang tepat waktu, patuh aturan, dan kuat mental. Nilai-nilai itu yang dibawa Pak Babinsa. Setelah ketarunaan, tingkat keterlambatan siswa turun 80 persen,” jelasnya.
Selain disiplin, Serka Sutardi juga tekankan cinta tanah air. “Kalian calon tenaga ahli Indonesia Emas 2045. Kalau dari sekarang tidak cinta negeri, siapa yang mau bangun Sragen. Hormat bendera, hafal Pancasila, jangan hanya di mulut,” pesannya.
Danramil Gemolong Kapten Arh. Ratno, menegaskan program ini bagian dari pembinaan teritorial TNI AD. “Bela negara tidak harus angkat senjata. Pelajar disiplin, tidak tawuran, tidak narkoba, itu sudah bela negara. Babinsa hadir untuk cetak itu di sekolah,” ujarnya.












