Sambirejo, 15 April 2015
Sambirejo,
16/04/15. Musim tanam padi pada masa tanam dua tahun ini diwilayah
kabupaten Sragen sudah selesai 100%, namun demikian ada hal-hal yang masih
mengganjal atau menjadi PR bagi Para penyuluh dan Babinsa yang sudah
mendapatkan perintah untuk memberikan pendampingan guna meningkatkan hasil
produksi padi, jagung dan kedelai. Ada ketentuan-ketentuan tehnis yang
seharusnya diterapkan oleh para petani agar hasilnya bisa maksimal akan tetapi
belum seluruhnya bisa dilakukan diantaranya Pola tanam padi Jajar Legowo,
penggunaan pupuk organik dan penanaman padi secara serentak atau bersama-sama.
16/04/15. Musim tanam padi pada masa tanam dua tahun ini diwilayah
kabupaten Sragen sudah selesai 100%, namun demikian ada hal-hal yang masih
mengganjal atau menjadi PR bagi Para penyuluh dan Babinsa yang sudah
mendapatkan perintah untuk memberikan pendampingan guna meningkatkan hasil
produksi padi, jagung dan kedelai. Ada ketentuan-ketentuan tehnis yang
seharusnya diterapkan oleh para petani agar hasilnya bisa maksimal akan tetapi
belum seluruhnya bisa dilakukan diantaranya Pola tanam padi Jajar Legowo,
penggunaan pupuk organik dan penanaman padi secara serentak atau bersama-sama.
Untuk memberikan pemahaman
tersebut Para Babinsa dan Penyuluh lapangan mulai terjun langsung ke lapangan
dalam mensosialisasikan dan mengaplikasikan pola tanam jajar legowo sehingga
langsung dapat dipraktekan dan dikerjakan oleh para petani seperti yang
dilakukan oleh salah satu babinsa di Koramil 08/Sambirejo, Kodim 0725/Sragen
an. SERSAN MAYOR I KETUT KARIANA, Babinsa.ds Sukorejo.
Pada kesempatan tersebut tanpa ragu-ragu Serma
I Ketut Kariana melaksanakan Komunikasi Sosial dengan salah satu petani An. Bp.
Wiyono dk. Sawur RT.04, ds. Sukorejo, kec. Sambirejo yang semula masih
menggunakan pola biasa.atau sistem petak ubin dan akhirnya setelah babinsa
melakukan.komunikasi sehingga petani tsb bersedia merubah pola tanam.menjadi
jajar legowo, kegiatan tersebut harus rutin dilakukan untuk merubah mainset
para petani, sehingga kedepan para petani sudah menerapkan pola tersebut.Legowo
menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang
berarti panjang Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan
populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut
juga memanpulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat
menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman
padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas
gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan
sinar matahari yang lebih banyak.
I Ketut Kariana melaksanakan Komunikasi Sosial dengan salah satu petani An. Bp.
Wiyono dk. Sawur RT.04, ds. Sukorejo, kec. Sambirejo yang semula masih
menggunakan pola biasa.atau sistem petak ubin dan akhirnya setelah babinsa
melakukan.komunikasi sehingga petani tsb bersedia merubah pola tanam.menjadi
jajar legowo, kegiatan tersebut harus rutin dilakukan untuk merubah mainset
para petani, sehingga kedepan para petani sudah menerapkan pola tersebut.Legowo
menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang
berarti panjang Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan
populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut
juga memanpulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat
menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman
padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas
gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan
sinar matahari yang lebih banyak.
Legowo merupakan
rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun maupun antar
barisan, sehingga terjadi pemadatan rumpun padi di dalam barisan dan
memperlebar jarak antar barisan. Pada sistem jajar legowo dua baris semua
rumpun padi berada di barisan pinggir dari pertanaman. Akibatnya semua rumpun
padi tersebut memperoleh manfaat dari pengaruh pinggir (border effect).
rekayasa teknik tanam dengan mengatur jarak tanam antar rumpun maupun antar
barisan, sehingga terjadi pemadatan rumpun padi di dalam barisan dan
memperlebar jarak antar barisan. Pada sistem jajar legowo dua baris semua
rumpun padi berada di barisan pinggir dari pertanaman. Akibatnya semua rumpun
padi tersebut memperoleh manfaat dari pengaruh pinggir (border effect).













