Kalijambe, 19 Mei 2015
Pelda
Suparno Bati Tuud Ramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen mewakili Danramil melaksanakan
Coffe Morning dengan Kasi Pemerintahan Kec. Kalijambe Bp. Jumadi mewakili Bp.
Camat, Aiptu Pol Samsulhadi mewakili Kapolsek Kalijambe dan Kepala Sekolah SMKN
I Kalijambe Bp. Wahid Hariyanto, M.Pd
Kec. Kalijambepada hari Senin tanggal 18 Mei 2015 pukul 08.00 s/d 09.30
Wib bertempat di SMKN I Kalijambe.
Suparno Bati Tuud Ramil 18/Kalijambe Kodim 0725/Sragen mewakili Danramil melaksanakan
Coffe Morning dengan Kasi Pemerintahan Kec. Kalijambe Bp. Jumadi mewakili Bp.
Camat, Aiptu Pol Samsulhadi mewakili Kapolsek Kalijambe dan Kepala Sekolah SMKN
I Kalijambe Bp. Wahid Hariyanto, M.Pd
Kec. Kalijambepada hari Senin tanggal 18 Mei 2015 pukul 08.00 s/d 09.30
Wib bertempat di SMKN I Kalijambe.
Dalam
kesempatan tersebut Pelda Suparno tentang “ Balatkom dan faham radikal mengancam NKRI“ antara lain Ajaran ISIS yang sekarang sedang
berkembang dibelahan dunia yang mengajarkan kekerasan sangat berbahaya karena
tidak sesuai dengan faham NKRI dan guna mencegah ajaran tersebut diperlukan
pemahamanan kepada semua unsur komponen bangsa untuk menolak bergabung ajakan
kelompok tersebut; Ajaran Marxisme yang dikemas dalam Marxisme- Leninisme
adalah Ideologi komunis yang tidak pernah mengenal menyerah atau mati, dengan
tuntutan kebebasan dan keterbukaan yang mengemuka dengan dalih demokratisasi,
maka dari itu kalau kita tidak peka akan ajaran tersebut maka akan terjebak
didalamnya sehingga perlu diwaspadai jangan sampai masuk di NKRI.
kesempatan tersebut Pelda Suparno tentang “ Balatkom dan faham radikal mengancam NKRI“ antara lain Ajaran ISIS yang sekarang sedang
berkembang dibelahan dunia yang mengajarkan kekerasan sangat berbahaya karena
tidak sesuai dengan faham NKRI dan guna mencegah ajaran tersebut diperlukan
pemahamanan kepada semua unsur komponen bangsa untuk menolak bergabung ajakan
kelompok tersebut; Ajaran Marxisme yang dikemas dalam Marxisme- Leninisme
adalah Ideologi komunis yang tidak pernah mengenal menyerah atau mati, dengan
tuntutan kebebasan dan keterbukaan yang mengemuka dengan dalih demokratisasi,
maka dari itu kalau kita tidak peka akan ajaran tersebut maka akan terjebak
didalamnya sehingga perlu diwaspadai jangan sampai masuk di NKRI.
Di
Era reformasi seperti sekarang ini yang penuh dengan keterbukaan maka kita jika
tidak pandai menelaah ajaran tersebut kejadian G.30 S/PKI dapat terulang lagi;
Mari kita ajarkan anak cucu kita untuk selalu didampingi saat belajar jangan
sampai terjadi seperti Narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja dll karena
derasnya arus internet yang bebas mengakses kekeluarga kita; dan Bentengi
keluarga kita untuk selalu menerapkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ke setiap individu agar terhindar dari pengaruh yang negatif.
Era reformasi seperti sekarang ini yang penuh dengan keterbukaan maka kita jika
tidak pandai menelaah ajaran tersebut kejadian G.30 S/PKI dapat terulang lagi;
Mari kita ajarkan anak cucu kita untuk selalu didampingi saat belajar jangan
sampai terjadi seperti Narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja dll karena
derasnya arus internet yang bebas mengakses kekeluarga kita; dan Bentengi
keluarga kita untuk selalu menerapkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
ke setiap individu agar terhindar dari pengaruh yang negatif.













