Kedawung, 12 Mei 2016
Pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2016 Danramil 05/Kedawung
beserta Babinsa Karangpelem melaksanakan Komsos dengan Tokoh Agama dalam rangka
Peringatan Isra Mi’raj dan Peresmian Pondok Pesantern Al Muhyi di Dukuh Turus
RT 12 Desa Karangpelem Kec. Kedawung.
beserta Babinsa Karangpelem melaksanakan Komsos dengan Tokoh Agama dalam rangka
Peringatan Isra Mi’raj dan Peresmian Pondok Pesantern Al Muhyi di Dukuh Turus
RT 12 Desa Karangpelem Kec. Kedawung.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang
Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam
waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi
umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa
Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir
kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke
Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun
pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri,
Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang
populer.
Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam
waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi
umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa
Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir
kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke
Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun
pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri,
Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang
populer.
Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman
al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah
radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2
bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu.
Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj.
Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara
persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.
al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah
radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2
bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu.
Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj.
Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara
persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.













