Sragen, 27 Juni 2016
Senin ( 27 juni 2016 Komandan Kodim 0725/Sragen
Letkol Inf. Denny Marantika menghadiri upacara peringatan Hari Narkoba
Internasional bertempat di Halaman Pemda Sragen, bertindak sebagai Irup Bupati
Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Tampak hadir Wakil Bupati Sragen Dedy Endriatno, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf.
Denny Marantika, Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, SIK, Kajari Kab. Sragen
Adi Nugroho, Hakim pengadilan Sragen Estafana Purwanto, SH, MH, Danki A Yonif
408/Sbh Lettu Inf. Agus Dwiyono, Sekda Kab. Sragen Tatag Prabawanto, MM, Dansub
Denpom Sragen Kapten CPM Yohanes Sigit, Para Asisten Sekda Sragen, Ka. Badan
Instansi Terkait Kab. Sragen dan Muspika
Kab. Sragen.
Letkol Inf. Denny Marantika menghadiri upacara peringatan Hari Narkoba
Internasional bertempat di Halaman Pemda Sragen, bertindak sebagai Irup Bupati
Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Tampak hadir Wakil Bupati Sragen Dedy Endriatno, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf.
Denny Marantika, Kapolres Sragen AKBP Cahyo Widiarso, SIK, Kajari Kab. Sragen
Adi Nugroho, Hakim pengadilan Sragen Estafana Purwanto, SH, MH, Danki A Yonif
408/Sbh Lettu Inf. Agus Dwiyono, Sekda Kab. Sragen Tatag Prabawanto, MM, Dansub
Denpom Sragen Kapten CPM Yohanes Sigit, Para Asisten Sekda Sragen, Ka. Badan
Instansi Terkait Kab. Sragen dan Muspika
Kab. Sragen.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Sragen membacakan amanat
Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan Hari ini, kita masyarakat dunia,
memperingati Hari Anti-Narkoba, hari di mana kita meneguhkan perlawanan
terhadap kejahatan luar biasa yang masih menjadi tantangan negara-negara di
dunia, termasuk kita di indonesia.Di dalam negeri kita, jumlah pengguna terus
meningkat. Tahun 2015 diperkirakan angka prevalensi penggunaan narkoba mencapai
5,1 juta orang. Dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, tadi Kepala
BNN menyampaikan kepada saya, setiap hari 40 sampai 50 [orang] generasi muda
kita mati karena narkoba.Kerugian material diperkirakan kurang lebih Rp 63
triliun, yang menyangkut kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya
pengobatan, kerugian akibat barang-barang yang dicuri, dan kerugian akibat biaya
rehabilitasi dan biaya-biaya lainnya.
Presiden RI Joko Widodo yang mengatakan Hari ini, kita masyarakat dunia,
memperingati Hari Anti-Narkoba, hari di mana kita meneguhkan perlawanan
terhadap kejahatan luar biasa yang masih menjadi tantangan negara-negara di
dunia, termasuk kita di indonesia.Di dalam negeri kita, jumlah pengguna terus
meningkat. Tahun 2015 diperkirakan angka prevalensi penggunaan narkoba mencapai
5,1 juta orang. Dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, tadi Kepala
BNN menyampaikan kepada saya, setiap hari 40 sampai 50 [orang] generasi muda
kita mati karena narkoba.Kerugian material diperkirakan kurang lebih Rp 63
triliun, yang menyangkut kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya
pengobatan, kerugian akibat barang-barang yang dicuri, dan kerugian akibat biaya
rehabilitasi dan biaya-biaya lainnya.
Dan
lebih mengkhawatirkan lagi, kejahatan luar biasa ini sudah merengkuh berbagai
lapisan masyarakat. Tadi sudah disampaikan Kepala BNN, anak di TK sudah ada
yang terkena narkoba, anak di SD juga sudah ada yang terkena narkoba. Dan tidak
hanya di desa, di kampung, tidak hanya di kota.Tidak hanya orang dewasa,
remaja, anak, bahkan yang tadi saya sampaikan yang di TK pun sudah terasuki
narkoba. Tidak hanya orang biasa tapi juga ada aparat, ada pejabat yang ini
seharusnya menjadi panutan, terkena narkoba.
lebih mengkhawatirkan lagi, kejahatan luar biasa ini sudah merengkuh berbagai
lapisan masyarakat. Tadi sudah disampaikan Kepala BNN, anak di TK sudah ada
yang terkena narkoba, anak di SD juga sudah ada yang terkena narkoba. Dan tidak
hanya di desa, di kampung, tidak hanya di kota.Tidak hanya orang dewasa,
remaja, anak, bahkan yang tadi saya sampaikan yang di TK pun sudah terasuki
narkoba. Tidak hanya orang biasa tapi juga ada aparat, ada pejabat yang ini
seharusnya menjadi panutan, terkena narkoba.
Para
pengedar narkoba terus bergerak dan menemukan cara-cara baru untuk mengelabui
kita, mengelabui aparat hukum kita. Mereka sudah mulai memanfaatkan orang-orang
yang tidak dicurigai, anak digunakan, wanita digunakan, dimanfaatkan untuk
menjadi kurir narkoba dan adanya modus baru dalam penyelendupan narkoba ke
dalam mainan anak dalam kaki palsu dan lain-lainnya. Semua itu harus
dihentikan, harus dilawan dan tidak bisa dibiarkan lagi. Kita tegaskan perang
melawan narkoba di Indonesia. Saya ingin ingatkan kepada kita semua, di
kementerian, di lembaga di aparat-aparat hukum kita, terutama di Polri. Saya
tegaskan sekali lagi kepada seluruh Kapolda, jajaran Polda, kepada jajaran
Polres, Polsek, semuanya kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam
mereka, kalau UU memperbolehkan dor mereka.
pengedar narkoba terus bergerak dan menemukan cara-cara baru untuk mengelabui
kita, mengelabui aparat hukum kita. Mereka sudah mulai memanfaatkan orang-orang
yang tidak dicurigai, anak digunakan, wanita digunakan, dimanfaatkan untuk
menjadi kurir narkoba dan adanya modus baru dalam penyelendupan narkoba ke
dalam mainan anak dalam kaki palsu dan lain-lainnya. Semua itu harus
dihentikan, harus dilawan dan tidak bisa dibiarkan lagi. Kita tegaskan perang
melawan narkoba di Indonesia. Saya ingin ingatkan kepada kita semua, di
kementerian, di lembaga di aparat-aparat hukum kita, terutama di Polri. Saya
tegaskan sekali lagi kepada seluruh Kapolda, jajaran Polda, kepada jajaran
Polres, Polsek, semuanya kejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam
mereka, kalau UU memperbolehkan dor mereka.
Ingat, bapak-ibu sekalian, 40 sampai 50 generasi muda kita
mati karena narkoba. 5,1 juta. Untungnya UU tidak memperbolehkan itu, kalau
memperbolehkan, akan saya perintahkan langsung Kapolri dan Kepala BNN. Hadirin
yang saya hormati, saya ingatkan semua harus bersinergi, pesanteran,
universitas, kementerian, lembaga, kabupaten/kota, provinsi, semuanya. Kita
kadang-kadang hanyut dalam rutinitas harian kita, padahal kalau ini dibiarkan,
ini bisa kemana-mana. Bisa memakan sendi-sendi kita berbangsa bernegara. Kalau
sudah desa, sudah sampai kampung, sudah sampai TK, SD ini perlu kita ingatkan
betul betapa sangat bahayanya narkoba itu.Dan kata-kata sudah tidak diperlukan
lagi, kita memerlukan tindakan-tindakan yang konkrit, tindakan-tindakan yang
nyata.
mati karena narkoba. 5,1 juta. Untungnya UU tidak memperbolehkan itu, kalau
memperbolehkan, akan saya perintahkan langsung Kapolri dan Kepala BNN. Hadirin
yang saya hormati, saya ingatkan semua harus bersinergi, pesanteran,
universitas, kementerian, lembaga, kabupaten/kota, provinsi, semuanya. Kita
kadang-kadang hanyut dalam rutinitas harian kita, padahal kalau ini dibiarkan,
ini bisa kemana-mana. Bisa memakan sendi-sendi kita berbangsa bernegara. Kalau
sudah desa, sudah sampai kampung, sudah sampai TK, SD ini perlu kita ingatkan
betul betapa sangat bahayanya narkoba itu.Dan kata-kata sudah tidak diperlukan
lagi, kita memerlukan tindakan-tindakan yang konkrit, tindakan-tindakan yang
nyata.
Saya
perlu ingatkan semua harus bersinergi mulai BNN, Polri, kementerian, lembaga,
LSM, masyarakat, semua harus betul-betul melakukan langkah-langkah yang terpadu
untuk melawan narkoba, langkah-langkah yang progresif yang mengalahkan
kelicikan para pengedar narkoba. Dan tidak kalah penting semua harus
menghilangkan ego masing-masing, ego sektoral.Dengan kekuatan dan kecerdasan
kita bersama sekali lagi, kita kejar, kita tangkap, kita hajar para pengedar
narkoba, baik yang besar, sedang, kecil sampai kita kuatkan lagi jaringan
sosial dan budaya yang bisa menjadi benteng mencegah menjamurnya narkoba.
perlu ingatkan semua harus bersinergi mulai BNN, Polri, kementerian, lembaga,
LSM, masyarakat, semua harus betul-betul melakukan langkah-langkah yang terpadu
untuk melawan narkoba, langkah-langkah yang progresif yang mengalahkan
kelicikan para pengedar narkoba. Dan tidak kalah penting semua harus
menghilangkan ego masing-masing, ego sektoral.Dengan kekuatan dan kecerdasan
kita bersama sekali lagi, kita kejar, kita tangkap, kita hajar para pengedar
narkoba, baik yang besar, sedang, kecil sampai kita kuatkan lagi jaringan
sosial dan budaya yang bisa menjadi benteng mencegah menjamurnya narkoba.
Di
manapun ada narkoba di Indonesia, saya perintahkan seluruh sumber daya
pemerintah untuk hadir dan memberantasnya di lapas, di sekolah, di perbatasan,
di bandara, di pelabuhan, kantor-kantor, instansi pemerintah, dimana pun,
sekali lagi dimana pun ada narkoba kita harus berantas.Negara kita, Indonesia,
tidak boleh dijadikan lalu lintas peredaran dan perdagangan narkoba lagi.
Apalagi menjadi tempat produksi barang-barang tersebut. Sekali lagi saya
ingatkan saatnya kita melawan narkoba.
manapun ada narkoba di Indonesia, saya perintahkan seluruh sumber daya
pemerintah untuk hadir dan memberantasnya di lapas, di sekolah, di perbatasan,
di bandara, di pelabuhan, kantor-kantor, instansi pemerintah, dimana pun,
sekali lagi dimana pun ada narkoba kita harus berantas.Negara kita, Indonesia,
tidak boleh dijadikan lalu lintas peredaran dan perdagangan narkoba lagi.
Apalagi menjadi tempat produksi barang-barang tersebut. Sekali lagi saya
ingatkan saatnya kita melawan narkoba.












