Kodim Sragen – “Sikap sempurna, grak! Tegak! Lencang kanan, grak!” Teriakan tegas Serka Mukmin Babinsa Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen, menggema di Lapangan Desa Jeruk Kec. Miri, Selasa (28/04/2026) pagi. Di hadapannya, 45 siswa berdiri tegap, mata fokus ke depan, tangan mengepal di sisi badan.
Sejak tiga bulan terakhir, setiap Selasa pagi Serka Mukmin rutin melatih Peraturan Baris Berbaris (PBB) ke siswa. Bagi sekolah binaan ini, PBB sudah menjadi nafas. Bukan sekedar baris-berbaris, tapi cara menanamkan disiplin, loyalitas, dan kebersamaan sejak dini.
“PBB itu pondasinya karakter. Anak yang terbiasa tegap, terbiasa tertib, nanti besarnya tidak gampang melanggar aturan,” kata Mukmin usai latihan. Satu per satu gerakan dilatih. Dari hadap kanan, hadap kiri, balik kanan, sampai langkah tegap. Jika ada yang salah, diulang. Jika ada yang lemas, dibetulkan.
“Dada busungkan! Dagunya diangkat! Kalian generasi penerus, harus kuat,” teriaknya menyemangati.
Sri Wahyuni, S.Pd, menyebut dampak PBB sangat terasa. “Anak-anak sekarang lebih disiplin. Datang tepat waktu, upacara tidak ada yang main-main, ke kelas juga berbaris rapi. PBB benar-benar jadi nafas sekolah kami,” ujarnya.
“Panas, Pak. Tapi sekarang senang. Jadi kompak sama teman. Kalau lomba PBB antar SMK, kita siap,” katanya.
Selain PBB, Mukmin juga selipkan materi wawasan kebangsaan. Arti merah putih, lagu Indonesia Raya, dan pentingnya hormat ke bendera. “PBB tanpa cinta tanah air itu kosong. Kita latih fisik dan hatinya,” tegas Mukmin.












