Berita  

PASITER KODIM SRAGEN HADIRI SEMINAR MUI KAB.SRAGEN

PASITER KODIM SRAGEN HADIRI SEMINAR MUI KAB.SRAGEN
Selasa, 12 Desember 2017 pukul 09.45 – 12.45 Wib bertempat di Pendopo
Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen telah berlangsung Seminar Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kab.Sragen dengan tema “Merajut Ukhuwah Islamiyah Di Era
Milineal dan Perkembangan Pemikiran Keagamaan” sebagai penanggungjawab
KH.Minanul Aziz, M.Ud (Ketua Umum MUI Sragen) yang dihadiri ± 200 orang.
Hadir dalam kegiatan tersebut   Prof. Dr.Ahmad Rifiq,M.A (MUI Jateng selaku
Narasumber),Dedy Endriyatno, SE (Wakil Bupati Sragen), AKBP Arif Budiman,
S.I.K.,MH (Kapolres Sragen selaku Narasumber), Kapten Inf Mastha Hari Yudha
(Pasiter Kodim 0725/Sragen) mewakili Dandim 0725/Sragen, KH.Minanul Aziz, M.Ud
(Ketua Umum MUI Kab.Sragen), KH.Ma’ruf Islamudin (Ketua NU Kab.Sragen), Drs.
Suwandi (Ketua LPD MMI Sragen), Danramil dan Kapolsek se Kab.Sragen,  Pengurus MUI se Kab.Sragen,  Toga, Tomas Kab.Sragen.
Sambutan KH.Minanul Aziz, M.Ud (Ketua Umum MUI Kab.Sragen) mengucapkan Alhamdulilah
pada hari ini kita dapat melaksanakan pertemuan kegiatan MUI Sragen ditahun
2017 ini, MUI Kab.Sragen mempunyai 9 Komisi yang akan melaksanakan kegiatan
pada tahun 2017. Yang pertama dilaksanakan Komisi fatwa yaitu sosialisai Zakat,
meskipun Baznas sudah menjadi juara nasioanl akan tetapi ini masih perlu
dilaksanakan Sosialisasi karena umat islam yang belum membayar zakat itu masih
banyak, tahun kemarin 2016 baru terkumpul 3,7 triliun dan yang kedua komisi
perempuan, pemuda dan keluarga seminar yang dilaksanakan mengundang
remaja-remaja dan anak sekolah yang ada di Kab.Sragen.
Komisi perempuan, pemuda dan keluarga bertanggungjawab bahwa agar tidak
menggunakan Narkoba, kemudian selain itu tanggungjawabnya memerangi AIDS yang
ada di Kab.Sragen dan masih banyak orang yang kumpul satu rumah tapi tidak
menikah/kumpul kebo ini sangat penting karena disekitar kita masih banyak
keluarga yang belum benar.  komisi
penelitian dan pengkajian dan yang dikaji adalah Gunung Kemukus dan itu sudah
ada hasilnya dan sudah dilaporkan ke Ibu Bupati, sehigga kedepan image Gunung
Kemukus tidak jelek lagi, MUI sudah melaksanakan penelitian di Gunung Kemukus
dan terlibat langsung dalam kegiatan disana, artinya dalam rangka penelitian
disana tidak melakukan kemaksiatan yang ada disana, karena banyak orang yang
datang kesana untuk melakukan kegiatan spritual/mitos.
Sambutan Dedy Endriyatno, SE (Wakil Bupati Sragen)  Pada hari ini kita sedang bicara tentang
Ukhuwah Islamiyah maka kita bicara dengan Allah, berkaitan dengan itu kita
pahami bersama bahwa akidah kita adalah sama dan kita yakini pencipta kita
adalah sama, apabila kita bicara ukuwah Islamiah dianggap selesai semua urusan
karena kita berdiri diatas kepentingan bangsa, Ukuwah Islamiyah yang kemudian
menjadi organisasi-organisasi besar yang mempersatukan bangsa. Saya sering
menggambarkan bahwa persatuan dan kesatuan pada jaman dahulu, kisah-kisah
heroik yang kita dengarkan oleh para pejuang jaman dahulu untuk memerdekakan
daerahnya dan inilah adalah ikatan persatuan kita untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka
berpikir harus ada unsur pemersatu yang diawali dengan organisasi-organisasi
modern yang bertujuan untuk membantu mewujudkan kemerdekaan Indonesia,
ditengah-tengah keterbatasan komunikasi, transportasi pada waktu itu hanya
untuk mengirim surat dan berita ke beberapa daerah di Indonesia.
Inti yang disampaikan AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. (Kapolres Sragen)
selaku Narasumber Dalam hal ini saya akan menyampaikan menyatukan kebinekaan
bangsa dalam prespektif zaman “Now”. Sebelumnya ijinkan saya
bercerita konflik yang Berbicara prespektif Zaman Now, saat ini kita didukung
dengan kemajuan teknologi yang dapat terhubung dimanapun untuk memudahkan
silaturahmi namun juga dapat memutus silaturahmi kemudian dapat saling membenci
dan menghina. Konflik diawali dari perbedaan kemudian eskalasi meningkat
menjadi kelompok yang saling membenarkan kemudian saling menyerang dan
menimbulkan pecah konflik dan menyebar karena kedua pihak sama – sama mencari
dukungan. Dalam Ukuwah kita harus saling mengenal dan memahami dalam arti dari
sudut pandang yang berbeda sehingga kita dapat menghargai perbedaan.
Kapten Inf Mastha Hari Yudha (Pasiter Kodim 0725/Sragen) mewakili Dandim
selaku Narasumber menambahkan bahwa Sejarah Bangsa kita sebelum bersatu tidak
bisa kuat ditambah campurtangan belanda yang memecah belah sehingga ada bineka
Tunggal Ika yang dapat memersatukan bangsa. Kebinekaan yang ada di negara kita
merupakan potensi yang sudah ada sejak jaman dulu, saat ini masyarakat gampang
dipicu dengan anti kebjinekaan justru itu akan merusak kebinekaan. Saat ini
perbedaan aliran agama dapat memicu perpecahan dan konflik seperti terjadi di
Bali salah satu Ustadz yang tidak diperbolehkan mengisi pengajian.

PASITER KODIM SRAGEN HADIRI SEMINAR MUI KAB.SRAGEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *