Sragen, 4 Desember 2017
Ratusan Prajurit dan ASN
Kodim 0725/Sragen, pagi ini melaksanakan kegiatan upacara bendera minggu
pertama pada bulan Desember 2017 dilanjutkan pemberian piagam penghargaan
kepada ASN dan Persit teladan dari Pandam IV/Diponegoro, Bertindak sebagai Irup
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M. MDS bertempat di Lapangan
Upacara Makodim 0725/Sragen, Senin ( 4/12/17 ).
Kodim 0725/Sragen, pagi ini melaksanakan kegiatan upacara bendera minggu
pertama pada bulan Desember 2017 dilanjutkan pemberian piagam penghargaan
kepada ASN dan Persit teladan dari Pandam IV/Diponegoro, Bertindak sebagai Irup
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M. MDS bertempat di Lapangan
Upacara Makodim 0725/Sragen, Senin ( 4/12/17 ).
Setelah upacara bendera selesai,
seluruh Anggota menerima jam Komandan di Aula Makodim. Dalam kegiatan jam Komandan
tersebut Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M. MDS mengatakan bahwa untuk para
Babinsa harus mengetahui tahapan – tahapan pilkades apabila dimungkinkan
kekurangan personel untuk antisipasi massa laporan ke Danramil kemudian
Danramil koordinasi kepada Pasi Ops. 73 % tingkat pendidikan warga Sragen masih
pas – pasan, 64 % bekerja sebagai petani sehingga mudah dihasut pada saat
pilkades. Pilkades Tahun 2017 dan pilkada 2018 merupakan ajang untuk merebut
massa di Tahun 2019 sehingga bisa dipastikan 2017, 2018 suasana semakin
memanas, kemudian untuk Babinsa supaya memegang tokoh masyarakat untuk
mengantisipasi apabila ada pengerahan massa Babinsa lebih dini tahu sehingga
bisa dicegah.
seluruh Anggota menerima jam Komandan di Aula Makodim. Dalam kegiatan jam Komandan
tersebut Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M. MDS mengatakan bahwa untuk para
Babinsa harus mengetahui tahapan – tahapan pilkades apabila dimungkinkan
kekurangan personel untuk antisipasi massa laporan ke Danramil kemudian
Danramil koordinasi kepada Pasi Ops. 73 % tingkat pendidikan warga Sragen masih
pas – pasan, 64 % bekerja sebagai petani sehingga mudah dihasut pada saat
pilkades. Pilkades Tahun 2017 dan pilkada 2018 merupakan ajang untuk merebut
massa di Tahun 2019 sehingga bisa dipastikan 2017, 2018 suasana semakin
memanas, kemudian untuk Babinsa supaya memegang tokoh masyarakat untuk
mengantisipasi apabila ada pengerahan massa Babinsa lebih dini tahu sehingga
bisa dicegah.
Posisi aparat TNI pada saat
pilkada/ pilkades harus pandai – pandai membawa diri agar tidak terjadi masalah
sebagai contoh apabila ada pengajian bisa hadir disitu tetapi kalau sudah
kaitannya dengan massa suatu partai segera menyingkir dari tempat/ lokasi. Usahakan
Babinsa pada saat tampil di suatu acara / kegiatan agar tidak sendirian karena
bisa dimungkinkan diambil videonya oleh orang yang tidak bertanggungjawab beda
cerita kalau Anggota tersebut ada rekannya yang ambil video kalau tidak sesuai
dengan apa yang disampaikan Babinsa bisa dilaporkan ke Pendim agar berita
tersebut di counter opini.
pilkada/ pilkades harus pandai – pandai membawa diri agar tidak terjadi masalah
sebagai contoh apabila ada pengajian bisa hadir disitu tetapi kalau sudah
kaitannya dengan massa suatu partai segera menyingkir dari tempat/ lokasi. Usahakan
Babinsa pada saat tampil di suatu acara / kegiatan agar tidak sendirian karena
bisa dimungkinkan diambil videonya oleh orang yang tidak bertanggungjawab beda
cerita kalau Anggota tersebut ada rekannya yang ambil video kalau tidak sesuai
dengan apa yang disampaikan Babinsa bisa dilaporkan ke Pendim agar berita
tersebut di counter opini.












