Selasa, 28 November 2017 pukul 09.00 – 12.15 Wib Serka
Warsono Babinsa Koramil 17/Sumberlawang menghadiri Kegiatan ” Sosialisasi
Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” , Penilaian atau Verifikasi Stop BAB, Open Defecation
Free (ODF) di Aula Balai Desa Tlogotirto yang di hadiri kurang lebih 95
orang. Yang hadir dalam kegiatan tersebut
, Bpk Priyanto S.Sos MM (Kasi Pemerintahan Kec.Sumberlawang), Bpk
Riyono ( Kepala Desa Tlogotirto), Bpk
Jumikan ( PLKB ), Bpk Supoyo ST ( Kasi Kesehatan Lingkungan dari
Kab.Sragen ), Bpk Slamet (Dari Puskesmas Sumberlawang), Aiptu Sutarto ( Polsek Sumberlawang ), Serka Warsono ( Koramil Sumberlawang), Seluruh
Rt sedesa Tlogotirto. I.I. BPD,Kader PKK danPosyandu.
Warsono Babinsa Koramil 17/Sumberlawang menghadiri Kegiatan ” Sosialisasi
Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak” , Penilaian atau Verifikasi Stop BAB, Open Defecation
Free (ODF) di Aula Balai Desa Tlogotirto yang di hadiri kurang lebih 95
orang. Yang hadir dalam kegiatan tersebut
, Bpk Priyanto S.Sos MM (Kasi Pemerintahan Kec.Sumberlawang), Bpk
Riyono ( Kepala Desa Tlogotirto), Bpk
Jumikan ( PLKB ), Bpk Supoyo ST ( Kasi Kesehatan Lingkungan dari
Kab.Sragen ), Bpk Slamet (Dari Puskesmas Sumberlawang), Aiptu Sutarto ( Polsek Sumberlawang ), Serka Warsono ( Koramil Sumberlawang), Seluruh
Rt sedesa Tlogotirto. I.I. BPD,Kader PKK danPosyandu.
Sambutan
dari Kades Tlogotirto Bpk Riyono mengucapkan, Selamat datang kepada segenap para tamu undangan. Perlu diketahui di jaman yang
moderen ini masih banyak warga Ds.Tlogotirto yang belum mempunyai jamban yang
tidak layak. Saya harapkan seluruh kader
PKK yang hadir dapat menyerap semua materi yang disampaikan oleh tim kesehatan
dari Kabupaten mau Puskesmas, sehingga dapat mensosialisasikan kepada warga apa
yang didapat pada kegiatan pada hari ini yaitu tentang jambanisasi dan
Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan Anak.
dari Kades Tlogotirto Bpk Riyono mengucapkan, Selamat datang kepada segenap para tamu undangan. Perlu diketahui di jaman yang
moderen ini masih banyak warga Ds.Tlogotirto yang belum mempunyai jamban yang
tidak layak. Saya harapkan seluruh kader
PKK yang hadir dapat menyerap semua materi yang disampaikan oleh tim kesehatan
dari Kabupaten mau Puskesmas, sehingga dapat mensosialisasikan kepada warga apa
yang didapat pada kegiatan pada hari ini yaitu tentang jambanisasi dan
Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan Anak.
Bpk Slamet yang mewakili Dr.
Yeni Rahmawati menyampaikan, Mohon maaf Dr. Yeni Rahmawati tidak bisa hadir
dikarenakan ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Dari pemerintahan Sragen mengharapkan tidak bebas buang air
besar sembarangan adalah juga merupakan salah satu progam dari Bupati Sragen
untuk mewujudkan Kab. Sragen yang bebas dari penyakit menular. Ds. Tlogotirti yang
belum mempunyai jamban diharapkan mengikuti program pemerintah Sragen, oleh
karena itu saya berpesan kepada kader – kader PKK untuk memanfaatkan forum
kesehatan desa untuk saling koordinasi guna mewujudkan Desa Tlogotirto bebas
dari buang air besar sembarangan. Bupati
Sragen menyarankan untuk 2,5 % penggunaan Dana Desa di tahun 2018 bisa
digunakan untuk dibidang kesehatan, salah satunya untuk mewujudkan desa bebas
dari buang air besar sembarangan. Tidak ada artinya pembangunan didesa setiap
tahun berkembang tetapi warganya tidak sehat.
Yeni Rahmawati menyampaikan, Mohon maaf Dr. Yeni Rahmawati tidak bisa hadir
dikarenakan ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Dari pemerintahan Sragen mengharapkan tidak bebas buang air
besar sembarangan adalah juga merupakan salah satu progam dari Bupati Sragen
untuk mewujudkan Kab. Sragen yang bebas dari penyakit menular. Ds. Tlogotirti yang
belum mempunyai jamban diharapkan mengikuti program pemerintah Sragen, oleh
karena itu saya berpesan kepada kader – kader PKK untuk memanfaatkan forum
kesehatan desa untuk saling koordinasi guna mewujudkan Desa Tlogotirto bebas
dari buang air besar sembarangan. Bupati
Sragen menyarankan untuk 2,5 % penggunaan Dana Desa di tahun 2018 bisa
digunakan untuk dibidang kesehatan, salah satunya untuk mewujudkan desa bebas
dari buang air besar sembarangan. Tidak ada artinya pembangunan didesa setiap
tahun berkembang tetapi warganya tidak sehat.
Sosialisasi Pencegahan
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak disampaikan oleh Aiptu Sutarto (Kapolsek
Sumberlawang), Kekerasan dalam rumah
tangga kalau bisa jangan sampai terjadi karna kekerasan Fisik mengakibatkan rasa sakit atau
luka berat, Kekerasan Psikis mengakibatkan rasa ketakutan hilangnya kepercayaan
diri atau bikin trauma terhadap anak dan keluarga. Dari Koramil Sumberlawang Serka
Warsono menambahkan, Permohonan ma’af
karena Danramil tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa di
tinggalkan, Serka Warsono menyampaikan Kekerasan dalam rumah tangga
adalah setiap tindakan yang berakibat kesengsaraan ataupenderitaan terhadap
perempuan secara Fisik,Psikis dan Seksual. Jangan sampai kita berebut masalah untuk
mencari benar, mari sama sama intropeksi diri apabila ada masalah.
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak disampaikan oleh Aiptu Sutarto (Kapolsek
Sumberlawang), Kekerasan dalam rumah
tangga kalau bisa jangan sampai terjadi karna kekerasan Fisik mengakibatkan rasa sakit atau
luka berat, Kekerasan Psikis mengakibatkan rasa ketakutan hilangnya kepercayaan
diri atau bikin trauma terhadap anak dan keluarga. Dari Koramil Sumberlawang Serka
Warsono menambahkan, Permohonan ma’af
karena Danramil tidak bisa hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa di
tinggalkan, Serka Warsono menyampaikan Kekerasan dalam rumah tangga
adalah setiap tindakan yang berakibat kesengsaraan ataupenderitaan terhadap
perempuan secara Fisik,Psikis dan Seksual. Jangan sampai kita berebut masalah untuk
mencari benar, mari sama sama intropeksi diri apabila ada masalah.













