Senin, 18 Desember 2017 di
mulai pukul 09.30 s/d 11.00 Wib Pelda Nyambung Trisno Bati Tuud Ramil
17/Sumberlawang (mewakili Danramil) menghadiri rapat pertemuan KTNA di Aula
Kantor BPP dan UPTD pertanian Kecamatan Sumberlawang dengan di hadiri kurang
lebih 50 orang.
mulai pukul 09.30 s/d 11.00 Wib Pelda Nyambung Trisno Bati Tuud Ramil
17/Sumberlawang (mewakili Danramil) menghadiri rapat pertemuan KTNA di Aula
Kantor BPP dan UPTD pertanian Kecamatan Sumberlawang dengan di hadiri kurang
lebih 50 orang.
Hadir dalam kegiatan
tersebut Bp. Martoyo (Ketua koordinator PPL Kec Sumberlawang), Bp. Suratman
(Ketua KTNA), Ibu Nanik Ka UPTD Pertanian, Pelda Nyambung Trisno mewakili
Danramil 17/Sumberlawang dan Serda Muslim Bati Bakti TNI serta Anggota PPL Dan
KTNA.
tersebut Bp. Martoyo (Ketua koordinator PPL Kec Sumberlawang), Bp. Suratman
(Ketua KTNA), Ibu Nanik Ka UPTD Pertanian, Pelda Nyambung Trisno mewakili
Danramil 17/Sumberlawang dan Serda Muslim Bati Bakti TNI serta Anggota PPL Dan
KTNA.
Inti pertemuan kali ini
adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan mengandung arti
bahwa manusia ditempatkan pada posisi pelaku dan penerima manfaat dari proses
mencari solusi dan meraih hasil pembangunan. Dengan demikian maka masyarakat
harus mampu meningkatkan kualitas kemandirian mengatasi masalah yang dihadapi.
Upaya-upaya pemberdayaan masyarakat seharusnya mampu berperan meningkatkan
kualitas sumberdaya manusia (SDM) terutama dalam membentuk dan merubah perilaku
masyarakat untuk mencapai taraf hidup yang lebih berkualitas.
adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan mengandung arti
bahwa manusia ditempatkan pada posisi pelaku dan penerima manfaat dari proses
mencari solusi dan meraih hasil pembangunan. Dengan demikian maka masyarakat
harus mampu meningkatkan kualitas kemandirian mengatasi masalah yang dihadapi.
Upaya-upaya pemberdayaan masyarakat seharusnya mampu berperan meningkatkan
kualitas sumberdaya manusia (SDM) terutama dalam membentuk dan merubah perilaku
masyarakat untuk mencapai taraf hidup yang lebih berkualitas.
Pembentukan dan perubahan
perilaku tersebut, baik dalam dimensi sektoral yakni dalam seluruh
aspek/sektor-sektor kehidupan manusia; dimensi kemasyarakatan yang meliputi
jangkauan kesejahteraan dari materiil hingga non materiil; dimensi waktu dan
kualitas yakni jangka pendek hingga jangka panjang dan peningkatan kemampuan
dan kualitas untuk pelayanannya, serta dimensi sasaran yakni dapat menjangkau
dari seluruh strata masyarakat. Pemberdayaan masyarakat tidak lain adalah memberikan
motivasi dan dorongan kepada masyarakat agar mampu menggali potensi dirinya dan
berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya, melalui cara antara lain dengan
pendidikan untuk penyadaran dan pemampuan diri mereka.
perilaku tersebut, baik dalam dimensi sektoral yakni dalam seluruh
aspek/sektor-sektor kehidupan manusia; dimensi kemasyarakatan yang meliputi
jangkauan kesejahteraan dari materiil hingga non materiil; dimensi waktu dan
kualitas yakni jangka pendek hingga jangka panjang dan peningkatan kemampuan
dan kualitas untuk pelayanannya, serta dimensi sasaran yakni dapat menjangkau
dari seluruh strata masyarakat. Pemberdayaan masyarakat tidak lain adalah memberikan
motivasi dan dorongan kepada masyarakat agar mampu menggali potensi dirinya dan
berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya, melalui cara antara lain dengan
pendidikan untuk penyadaran dan pemampuan diri mereka.













